Sanggar Wairanang Negeri Soya

Sanggar Wairanang Negeri Soya

Sanggar Wairanang Negeri Soya diketuai oleh Bpk. Carolis Rehatta bertempat di Jl. Sirimau, Desa Soya, Kota Ambon, Maluku. Sanggar Wairanang menampilkan tari-tarian khas daerah Maluku yang diiringi dengan musik tifa totobuang.
Melestarikan seni budaya bukanlah hal yang mudah, apalagi di tengah perkembangan zaman yang kian pesat. Supaya warisan budaya itu tidak punah, dibangun sebuah wadahSanggar Seni Wairanang, Negeri Soya.
Pembina Sanggar Seni Wairanang Alexander Kalahatu mengatakan, Sanggar Seni Wairanang dibentuk sejak tahun 2015 dimana, pihaknya berinisiatif untuk melestarikan budaya Maluku dengan membentuk sebuah sanggar seni.
Dia menjelaskan, dengan bermodalkan tifa dan totobuang, pihaknya mengembangkan Sanggar Seni Wairanang dengan berbagai jenis tarian yang dikembangkan dengan bermacam-macam gerak diantaranya, katreji, saureka reka, tari lenso, dansa tali, tari patah cengeh, bambu gila dan orlape.

Dia mengakui, perkembangan Sanggar Seni Wairanang tidak ada tanpa adanya partisipasi dari anak-anak sanggar, orang tua dan masyarakat yang ada di Negeri Soya.

“Merintis sanggar juga membutuhkan perjuangan yang berkesinambungan, yang tak kalah penting dukungan dan peran serta masyarakat,”paparnya.

Dengan berbagai upaya, pihaknya bersama pemilik Sanggar Wairanang Carolis Rehatta berupaya mengembangkan Sanggar agar, dikenal masyarakat lokal, nasional maupun international dengan menenalkan jenis tarian dalam event lokal maupun nasional.

“Kita sering dipanggil Pemkot Ambon maupun instansi laiinya untuk mengisi event-event yang diselenggarakan di Kota Ambon,”akuinya.

Dia mengakui, perkembangan sanggar selama ini atas bantuan dan partisipasi Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Maluku dalam mengembangkan sanggar tersebut.

“BPNB sanggat membantu perkembangan sanggar selama ini,”katanya.

Dia berharap, ada partisipasi instansi untuk mengenalkan sanggar seni Wairanang di mata dunia.

“Bantuan pemerintah maupun swasta akan membantu mengembangkan sanggar agar, semakin baik kedepan,”harapnya.

Salah satu hasil karya Sanggar Wairanang Negeri Soya

Facebook Comments

1 Comment

hargailah budaya berkomentar